Minggu, 23 Desember 2012

ANGKLUNG

     ANGKLUNG, adalah salahsatu jenis alat musik tradisional Nusantara asal Sunda (Jawa Barat dan Banten) terbuat dari 2 – 3 tabung bambu atau Angklung14D_thumb4lebih yang dirangkai menjadi satu dalam satu rangka yang disebut ancak (frame); cara memainkannya digoyangkan. Setiap 1 buah angklung merupakan 1 not nada, sehingga untuk memainkan sebuah lagu diperlukan beberapa angklung. — Untuk ritem (pangiring) minimal berjumlah 4 (seperti dalam kesenian réog dulu atau pada angklung-Baduy); sementara untuk melodi (panglagu) minimal  berjumlah 8 atau lebih (misal pada kesenian angklung Buncis dari Kabupaten Bandung).
     Suatu catatan : Dalam bentuk dan pengertian lain angklung pun terdapat pada kesenian Bali.
---
BAGIAN-BAGIAN DARI ANGKLUNG
     Sebuah angklung atau saancak angklung terdiri atas bagian rangka yang disebut ancak (frame) dan bungbung atau tabung pembentuk bunyi yang disebut parungpung atau rumpung. — Bagian ancak terdiri atas tihang (3) dan palang atau toros (4). Bagian parungpung terdiri atas parungpung-tatapakan atau tatapakan (1) yang  tertidur mendatar (horisontal) di bawah dan parungpung-sosoraan atau parungpung-laras (2) yang berdiri tegak (vertikal) di atasnya dengan menggantung pada batang palang toros; bagian atasnya “disogat” (dibuang sebelah sebagian, seperti tabung pada calung) dan diberi berluang untuk menggantung (liang-toros). Parungpung-laras/parungpung-sosoraan (sebagai tabung bernada, dan juga sebagai resonator atau lawong) berjumlah 2 atau 3, bahkan pada angklung moderen yang bertangga nada diatonis ada yang berjumlah 4; terdiri atas parungpung-anak (2a), parungpung-panengah (2b), parungpung-indung (2c), dan parungpung-panyuwuk bila ada. Bagian bawah dari parunpung-laras atau suku-parungpung masuk ke dalam lobang bagian atas dari tatapakan (cokrah-tatapakan) sehingga ketika angklung digoyang suku dan bibir lubang tatapakan beradu dan menimbulkan suara (sora-laras) tertentu. — Kesemua tabung parungpung-laras ini (masiung-masing dengan nada berbeda namun menurut pasangannnya sesuai dengan susunan papatet/komposisi paduan nada tertentu), sehingga ketika sebuah angklung dibunyikan secara terpadu membentuk akor (layeutan-sora) dengan harmonis. —  Cara membunyikan angklung digoyangkan/diguncangkan (dioyagkeun atau diendagkeun dan digedagkeun). Suaranya ngurulung atau ngungklung, mungkin dari suaranya ini (yang terdengar seperti bunyi klung-klung) makanya namanya disebut angklung.
     Seperti disebutkan di awal untuk membentuk suara ritem (pangiring) atau melodi (panglagu) angklung senantiasa harus berjumlah lebih dari satu, atau satu set dalam rangkaian nada yang disebut sebagai saparangkat. Satu, dua atau lebih angklung dengan nada dan fungsi tertentu yang dipegang/dibunyikan oleh seseorang disebut tatapan (dalam hal ini satatapan dapat berarti berjumlah 1, 2, 3 atau lebih angklung yang dibunyikan oleh seorang pemain). —  Satu tatapan angklung (yang terdiri dari satu atau lebih tersebut) mungkin saja dimainkan oleh satu orang semuanya atau soranganan (sendirian, seperti dalam Angklung-rengkung) atau oleh banyak orang sarombongan (membentuk orkestra). Bahkan seperti tercatat oleh The Guines Book Of Record dapat dimainkan oleh ribuan orang.
CATATAN : Dalam angklung-rengkung (yang keberadaannya kini mungkin sudah punah), seorang pemain yang memainkan banyak angklung sendirian tersebut bahkan sambil meniup goong-bungbung atau goong-awi (dari bambu pula).
    Setiap tatapan ancak angklung mempunyai nama-nama tersendiri sesuai dengan nada dan fungsinya masing-masing; misal dalam perangkat angklung tradisional dari Kabupaten Bandung yang terdiri atas 8 ancak tatapan terdapat nama-nama angklung sebagai berikut :
1.   Singgul  atau Indung
2.   Jongjorang atau Jongjrong
3.   Ambrug atau Ambrung
4.   Ambrug-panerus atau Ambrung-panerus
5.   Pancer
6.   Pancer-panerus
7.   Éngklong atau Éngklok
8.   Roél
Ambrung dan  ambrung-panerus (2 ancak angklung) dipegang oleh 1 orang; juga Pancer dan Pancer-panerus (2 ancak angklung) dipegang oleh 1 orang; jadi dalam kelompok kesenian yang terdiri atas 8 ancak angklung ini (berdasarkan atas jumlah tatapannya) dimainkan oleh 6 orang (= 6 tatapan).
      Sementara pada angklung Baduy yang berfungsi sebagai pangiring/ritem terdapat 4 buah ancak (rumpung), terdiri atas  :
1.   Kingking
2.   Inclo
3.   Panémpas, dan
4.   Gonggong

—————————

CATATAN : Sebagai ritem angklung bersifat ritmis.
Parungpung kadang disebut rumpung (ini merupakan perubahan dari rungpung, kependekan dari parungpung). Pada pengertian lain rumpung diartikan sebagai ancak atau tatapan.  
Kata Tatapan, mengandung arti : Setiap unit ancak angklung pegangan seseorang pemain angklung (jumlahnya beragam, mungkin 1, 2 atau banyak/lebih dari 2). Kata tatapan berasal dari asal kata tatap, yang dalam bahasa Sunda mengandung makna pegang atau sentuh dengan lembut (seperti pada kata ditatap-diusap = disentuh dan diusap dengan lembut).
-
---
JENIS-JENIS ANGKLUNG
     Angklung banyak macamnya, baik bentuk fisik, tangganada, maupun jenis keseniannya. Berdasarkan atas sifat gaya keseniannya angklung terdiri atas : 1. Angklung tradisional, dan 2. Angklung moderen.
 
Angklung tradisional = Angklung-buhun
     Angklung tradisional atau Angklung-buhun adalah angklung dengan tangganada pentatonis (daminatila), dengan surupan saléndro, pélog atau sorog (madenda). — Angklungtradisional2_thumb1Angklung tradisional masih terdapat di beberapa tempat di wilayah provinsi Jawa Barat dan Banten, seperti di kawasan Bandung, Garut,  Tasikmalaya, Bogor, Sukabumi, Cirebon, Lebak, Pandeglang (Banten; termasuk di Baduy), dsbnya. — Jenis kelompok kesenian yang termasuk angklung tradisional misalnya : Angklung-buncis (dari Bandung), Angklung-badéng (Garut), Angklung-séréd (Tasikmalaya), Angklung-gubrag (Bogor), Angklung-dogdog-lojor (Sukabumi), Angklung-bungko (Cirebon), Angklung-Baduy atau angklung-Kanékés (di Lebak, Banten), dsbnya.
      Dalam beberapa kesenian tradisional Sunda angklung biasa dipadukan dengan alat musik lainnya, seperti dengan dogdog (alat tabuh berkulit semacam tifa pendek agak besar) atau dogdog-lojor (tifa Sunda, dogdog kecil panjang). — Pada jenis kesenian lainnya terdapat pula bentuk paduan dari angklung dengan terebang atau terbang (rebana Sunda), dengan nama Bangklung (singkatan dari Terebang-angklung) yang disertai dengan nyanyian kakawihan atau solawatan yang bernafaskan Islam.
 
angklungbuncis2_thumb10
image_thumb5
 
     Pada masa lalu selain sebagai alat musik hiburan biasa angklung-buhun secara khusus digunakan sebagai pengiring dalam upacara adat pertanian yang bersifat sakral (menurut kepercayaan Sunda lama terhadap Dewi Sri atau Nyi Sri Pohaci Dangdayang Tresnawati sebagai Dewi Kesuburan). Hal seperti ini masih dilakukan di masyarakat Sunda Baduy di kawasan Kabupaten Lebak Banten yang masih menganut kepercayaan nenekmoyang yang disebut sebagai agama Sunda Wiwitan (di samping juga sebagai alat hiburan biasa pada waktu tertentu). Di masyarakat Baduy angklung tidak boleh dimainkan secara sembarangan (pembuatnya pun termasuk orang khusus; di samping itu pada saat akan digunakan dan disimpan diadakan upacara adat khusus pula); di sana masih ada buyut (pamali) atau tabu tertentu untuk angklung sebagai alat musik yang dianggap keramat (sakral).
       Di beberapa Kecamatan Kabupaten Bandung (seperti di Kecamatan Soreang dan Pangalengan) jenis kesenian ini kadang masih dipergunakan untuk arak-arakan upacara adat Nyungkruk Huluwotan (= Nyukcruk sirahcai; menelusuri hulu sungai). — Pada upacara hiburan biasa angklung dulu biasa digunakan sebagai arak-arakan anak sunat, pesta rakyat, dsbnya.
     Angklung tradisional sebagai kesenian biasa sejauh ini belum ada yang mengembangkannya lebih lanjut, sementara jenis-jenis kesenian angklung tradisional yang masih ada di berbagai daerah di Jawa Barat dan Banten sekarang ini cenderung jumlahnya semakin menyusut (tambah sedikit). Ada suatu kekhawatiran yang beralasan jangan-jangan suatu saat nanti akan mengalami kepunahan bila tak ada generasi penerusnya.
--       
AngklungBaduy_thumb4
---
Angklung Moderen
     Angklung modern atau boleh juga disebut Angklung ala Barat adalah angklung dengan tangganada diatomis (doremi, seperti pada musik Barat), dalam bentuk tangganada mayor atau minor. — Contoh angklung moderen adalah Angkung padaéng (= Angkung Pak Daéng) atau Angklung-Sutigna, yang diciptakan untuk pertama kali oleh Pak Daeng Sutigna pada tahun 1930-an (1938), dan kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Saung angklung Udjo  atau dulu dikenal sebagai Saung angklung Mang Udjo  (yang didirikan pada tahun 1966 oleh Pak Udjo Ngalagena sebagai murid dan penerus Pak Daeng). Angklung model ini disebut juga sebagai Angklung Indonesia. — Jenis kelompok kesenian yang termasuk angklung moderen misalnya : Orkestra angklung, Arumba, dsbnya. Termasuk yang digunakan oleh grup SambaSunda. — Pokoknya angklung jenis ini dapat digunakan untuk membawakan lagu musik Barat (termasuk musik Indonesia dan lainnya), baik pop maupun klasik, bahkan musik rock (rock-klasik), seperti Bohemian Rhapsody dari kelompok Queen.image5_thumb
     SEBAGAI SUATU CATATAN : Perlu diketahui bahwa angklung telah disahkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, atau Alat musik angklung diakui sebagai "The Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity" pada sidang ke-5 Inter-Governmental Committee UNESCO di Nairobi, Kenya, Selasa, 16 November 2010 (16/11/2010).
--
—————————
---
Angklung moderen dalam pemecahan rekor pemain angklung terbanyak di Dunia
       Seperti diketahui pada tanggal 9 Juli 2011 telah terpecahkan rekor Permainan angklung terbanyak di Dunia yang diadakan oleh Guiness Book Of Record (Guiness World Record) di Amerika Serikat, tepatnya di Monumen Grounds North AngklungGuiness2_thumb4Lawn, National Mall Washington DC. Permainan kolosal ini berhasil memecahkan rekor dunia dengan jumlah pemain angklung sebanyak 5180 orang membawakan lagu-lagu pop Barat yang cukup populer seperti We are The World dan Country Road.
       Acara besar ini melibatkan banyak orang dari berbagai wilayah dan negara, sebagian besar dimainkan oleh orang Amerika ditambah sejumlah orang Indonesia dan beberapa warga negara asing lain yang tengah berada di Amerika Serikat. — Kegiatan yang diadakan sekaligus untuk merayakan Festival Multikultural ini dipimpin langsung oleh Daeng Udjo (putera Pak Udjo Ngalagena) dari Saung Angkung Udjo Bandung.

---

REFERENSI DAN ARTIKEL TENTANG ANGKLUNG DARI BEBERAPA SITUS

Beberapa kelompok kesenian angklung di Luar Negeri
  • Angklung Orchester Hamburg, Germany (2003/2004)
  • Lancaster Angklung Orchestra, Lancaster, UK
  • Angklung Hamburg

    Curt Sachs : Real-Lexicon der Musikinstrumente — Im Verlag von Julius Bard, Berlin, 1913.

     

    clip_image002_thumb

  • Rabu, 08 September 2010

    SUNDA, Sebagai salahsatu kawasan biogeografi di Indonesia dan Dunia

    ————————————————————————————

    clip_image002BERDASARKAN atas daerah penyebarannya secara endemik wilayah penyebaran (atau distribusi geografis) flora dan fauna di dunia ini dalam bidang ilmu biogeografi dibagi menjadi beberapa zona biogeografis, yaitu :  Suatu zona geografi yang berkaitan dengan biologi hewan dan tumbuhan dalam segi wilayah penyebarannya di dunia (dengan ciri-ciri tertentu secara spesifik).    
        Cara pembagian zona biogeografis ini untuk pertama kali dibuat oleh Wallace pada abad ke-19. Di mana Wallace dalam hal ini membagi dunia dalam beberapa wilayah biogerografis, yakni : Nearktik, Palaearktik, Etiopian, Oriental, Holoarktik, Australian dan Neotropikal. — Pada wilayah biogeografi Oriental (yang meliputi kawasan Indonesia dan sekitarnya/Asia Tenggara serta sebagian Asia Pasifik) terdapat kawasan Subzona-biogeografis yang disebut Sunda dan Sahul.     
        Subzona-biogeografis Sunda terdapat di kawasan  sekitar Indonesia bagian barat dan sebgaian Indonesia tengah serta Asia tenggara sebelah barat, yang tercakup dalam wilayah geologis Dangkalan Sunda; sementara Subzona-biogeografis Sahul terdapat di kawasan  Indonesia Timur serta Asia tenggara sebelah timur dan sebagian Asia-Pasifik, yang tercakup dalam wilayah geologis Dangkalan Sahul, yang di antara keduanya dibatasi oleh Garis Wallace (Selain Garis Wallace secara lebih detil dalam ruang mikro antara subzona Sunda dan Sahul itu sebenarnya juga terdapat Garis Weber dan Garis Lydekker).image

    image

    image_thumb6

         Kaitannya dengan ini dalam istilah sebutan bahasa Inggris (yang seringkali juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia) mungkin kita sering menemukan nama Sunda disebut-sebut dalam berbagai jenis hewan dan tumbuhan dari sekitar kawasan biogeografi ini, dengan sebutan seperti : Sambar Sunda (Cervus timorensis), Sunda scops-owl, Sundaland tiger atau Sundaland Clouded Leopard (Neofeis diardi), dan sebagainya. 
    clip_image00211_thumb

     

     

     

    Sambar Sunda (Cervus timorensis)

     

     

    image_thumb34 

     

     

    Sunda scops-owl

     

     

     clip_image002

     

    Sundaland Clouded Leopard (Neofeis diardi)  

     

     

    ————————————————————————————

    SITUS DAN PUSTAKA SUMBER RUJUKAN (REFERENSI)  

    1.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Sunda_Shelf

    2.

    http://en.wikipedia.org/wiki/Sahul_Shelf

    ———————————————

    clip_image0021_thumb1

    Senin, 02 Agustus 2010

    SUNDA, sebagai suatu kawasan geologis di Indonesia

    —————————————————————————————————————————

    clip_image002DI LUAR hal etniologi, dalam bidang geologi nama-sebutan Sunda secara luas (di dunia internasional) digunakan sebagai nama salahsatu lempeng benua (plat), dangkalan atau paparan (trog), palung laut (trench) dan juga busur vulkanik (arc), yang disebut sebagai Lempeng Sunda (Sunda Plat), Dangkalan Sunda (Sunda shelf), Palung Sunda (Sunda Trench), dan Busur Sunda (Sunda Arc).

     

    I. LEMPENG SUNDA (SUNDA PLAT)

          Lempeng Sunda (Sunda Plat) adalah suatu lempeng tektonik (plat) di sekitar kawasan Asia Tenggara yang dianggap sebagai bagian dari Lempeng Eurasia. Lempeng tektonik ini meliputi wilayah Laut Cina Selatan, Laut Andaman, bagian selatan Vietnam, Thailand, Malaysia, pulau-pulau pada  kepulauan Sunda Besar di Indonesia (Kalimantan, Sumatra, Jawa, serta Sulawesi)  serta bagian barat daya kepulauan Filipina, Palawan dan Kepulauan Sulu.   
           Batas-batas Lempeng Sunda : Di bagian timur berbatasan dengan Sabuk Bergerak Filipina, Zona Tumbukan Laut Maluku, Lempeng Laut Maluku, Lempeng Laut Banda dan Lempeng Timor; di selatan dan barat dengan Lempeng Australia; dan diutara dengan Lempeng Burma, Lempeng Eurasia; serta Lempeng Yangtze.     
         Batas-batas Lempeng Sunda di bagian timur, selatan dan barat secara tektonik terbilang rumit (kompleks) serta secara seismik senantiasa aktif. Hanya batas bagian utara saja yang boleh dikatakan relatif diam.image

    Peta Lempeng Sunda dan lempeng-lempeng di sekitarnya

     ———————————————

       

    II. DANGKALAN SUNDA (SUNDA SHELF)

          Dangkalan Sunda atau Paparan Sunda (Sunda shelf), adalah suatu dangkalan atau paparan (shelf) di kawasan Indonesia barat; meliputi Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, dan pulau-pulau serta dasar laut transgresi di kawasan Laut Jawa, Laut Natuna, bagian selatan Laut Cina Selatan dan Selat Malaka. Sebelum Zaman Pleistosen dangkalan ini menjadi satu kesatuan dengan benua Asia. — Pada masa lampau (zaman glasial) dangkalan Sunda terbentang luas dari Barat ke Timur antara Lembah Brahmanadapura (di Myanmar) hingga Maluku (di Indonesia Timur) sekarang.     
        Batas-Batas Dangkalan Sunda : Batas alam wilayah Dangkalan Sunda di sebelah timur yaitu “Garis Wallace”, garis yang melintang mulai dari perairan Timur Pulau Mindanau (Filipina) terus ke laut Sulawesi, Selat Makasar, Selat Lombok dan berakhir di Samudera Indonesia. Laut-laut transgresi di wilayah Dangkalan Sunda berkedalaman rata-rata 200 m.       
         Di samping Dangkalan Sunda di bagian timurnya terdapat yang disebut sebagai  Dangkalan sahul (Sahul shelf) yaitu dangkalan laut yang berada di antara Papua dan kepulauan Aru Indonesia Timur yang pada zaman Diluvium bersatu dengan Australia sehingga ada persamaan antara Indonesia kawasan timur dengan Australia.       
          Dengan adanya dangkalan (yang berupa daratan penghubung) ini maka pada jaman es terahir sekitar 10.000 tahun SM (sebelum Zaman Pleistosen) benua Asia tersambung menjadi satu kesatuan dengan kepulauan di Nusantara bagian barat, sehingga memungkinkan fauna dan flora dari daratan Asia (seperti gajah, badak, tapir, harimau dan sebagainya, temasuk berbagai tumbuh khas Asia) dapat tersebar ke kawasan  Indonesia bagian barat, begitu pula sebaliknya. Sementara di bagian timur Indonesia, dengan adanya daratan Sahul yang menghubungkan Pulau Papua dan sekitarnya dengan benua Australia memungkinkan fauna dan flora Australia berpindah ke bagian timur Indonesia. Pada bagian tengah antara dangkalan Sunda dan Sahul terdapat pulau-pulau yang terpisah dari kedua benua tersebut (sehingga di kawasan ini hingga kini terdapat flora dan fauna endemik yang cukup unik).

           Sebagai suatu catatan tambahan : Jawa Barat dan sekitarnya sebagai suatu bagian dari Pulau Jawa, dalam sejarah alam geologi diperkirakan baru ada/muncul di permukaan bumi dari semenjak zaman akhir Miosen, dalam kala Tertier.

    image

    image

    Garis batas antara dangkalan Sunda dan dangkalan Sahul secara lebih detil di mana di dalamnya tedapat subzona biogeografis yang dibatasi oleh 3 garis pembatas, yakni Garis Wallace, Garis Weber dan Lydekker.

    ———————————————

     
    III. PALUNG SUNDA (SUNDA TRENCH)

           Palung Sunda (Sunda trench) adalah suatu palung laut (Oceanic trench) yang terdapat di sekitar kawasan Dangkalan Sunda; atau berdasarkan atas wilayahkawasannya disebut pula sebagai Palung Jawa (Java Trench) dan Palung Sumatera. Letaknya di bagian timur laut Samudera Hindia, panjangnya sekitar 2.600 kilometer (8.500.000 ft) dengan kedalaman maksimum 7.725 meter (25.344 ft; bagian terdalam terletak pada 10°19' LS, 109°58'BT, yaitu sekitar 320 km selatan Yogyakarta). Palung laut ini tercatat sebagai palung laut kedua terdalam di Samudera Hindia, setelah Palung Diamantina (dengan kedalaman sekitar 8.047 meter).      
        Secara luas wilayah Palung Sunda membentang dari Kepulauan Sunda Kecil,  Jawa masa lalu, sekitar pantai selatan Sumatera ke pulau Andaman, sekitar 300 km lepas pantai Jawa dan Sumatra; bentuk-bentuk batas antara Lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia, lebih spesifik, Lempeng Sunda (Sunda Plate), merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) dan cincin dari parit laut di sekitar tepi utara Lempeng Australia (Australian Plate).       
        Menurut pengamatan sejumlah ahli gempa terdapat bukti ilmiah tentang aktivitas kegempaan bumi di daerah Palung Sunda/Palung Jawa bisa menimbulkan pergeseran lebih lanjut yang kemungkinan dapat menimbulkan bencana tsunami dalam waktu relatif singkat, mungkin kurang dari satu dekade (seperti yang terjadi di Aceh serta Pangandaran dan sekitarnya pada beberapa waktu yang lalu). Dengan adanya kemungkinan ancaman seperti ini lalu menghasilkan kesepakatan internasional untuk mendirikan Sistem Peringatan Dini Tsunami (Tsunami Early Warning System = TEWS) di sepanjang pantai Samudra Hindia.

    image_thumb21

    ———————————————

     

    D. BUSUR SUNDA (SUNDA ARC)

         Busur Sunda (Sunda Arc) adalah suatu busur vulkanik (volcanic arc) atau celah vulkanik yang membuat adanya pulau Sumatera, Jawa, selat Sunda dan kepulauan Nusa Tenggara. Pada busur vulkanik ini terwujud suatu  rangkaian/rantai gunung berapi yang membentuk punggung topografi di pulau-pulau bersangkutan. Celah tersebut menjadi batas konvergen aktif antara lempengan Eurasia Timur dengan lempengan India dan lempengan Australia.      
        Busur Sunda termasuk tempat dari gunung berapi yang paling berbahaya di dunia (dengan banyaknya aktifitas vulkanologi). Contoh letusan gunung Tambora di pulau Sumbawa yang cukup besar. Di zona ini pula dalam sejarah geologi pernah meletus suatu gunung berapi di Sumatera Utara sehingga membentuk danau Toba yang diperkirakan termasuk letusan terbesar dalam sejarah purba kegunung-apian. Lalu juga letusan Gunung Krakatau (pada tahun 1883) yang tak kalah dahsyatnya dengan suara letusan terbesar dan terjauh dalam sejarah, sehingga dapat terdengar sampai sejauh kira-kira 5.000 km (3.000 mil) dari pusat letusan dengan menimbulkan kerusakan dan korban jiwa yang cukup banyak kala itu.

         Catatan : Busur Sunda (Sunda Arc) dikatakan termasuk suatu contoh klasik dari busur vulkanik (busur pulau gunung berapi), di mana semua unsur fitur geodinamiknya dapat diidentifikasi secara seksama.

    image Gunung berapi di Busur Sunda, dari Kepulauan Nusa Tenggara ke Sumatera utara.     

    —————————————————————————————————————————

    SITUS SUMBER DASAR YANG TERKAIT DENGAN HAL INI :  

    1.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Lempeng_Sunda

    2.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Dangkalan_sunda_dan_dangkalan_sahul

    3.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Palung_Jawa

    4.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Busur_Sunda

    5.

    http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=3&an=2 (BPPT) – Khusus tentang sistem peringatan dini Tsunami, pada: http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=3&an=2 

    ———————————————

    clip_image0021_thumb1