Senin, 15 Februari 2010

SUNDA, sebagai subyek budaya yang dimiliki oleh orang Sunda

—————————————————————————————————————————

clip_image002SEBAGAIMANA kita ketahui budaya (culture) itu mencakup banyak unsur bagian atau aspek (di mana di dalamnya termasuk bahasa/budaya bahasa, seni, ilmu pengetahuan & teknologi, religi/agama & kepercayaan, sistem mata pencaharian, organisasi sosial, dsbnya. Dengan demikian manakala kita berbicara tentang budaya Sunda (culture of Sundanese, budaya yang dimiliki oleh orang Sunda) secara keseluruhan maka hal ini secara mendasar akan menyangkut unsur-unsur seperti di bawah ini :

1. Bahasa Sunda
2. Agama atau kepercayaan religius orang Sunda
3. Organisasi sosial (termasuk di dalamnya lembaga adat-istiadat dan sistem perikehidupan masyarakat) Sunda
4. Ilmu pengetahuan dan teknologi tradisional Sunda
5. Mata pencaharian orang Sunda
6. Seni Sunda, dan juga
7. Peralatan hidup tradisional Sunda

       Untuk mengetahui lebih lanjut tentang aspek-aspek budaya yang cukup luas dan kompleks ini, selajutnya dapat anda baca pada masing-masing artikel yang bersangkutan.

       Suatu hal yang perlu dicatat, pembicaraan tentang budaya Sunda ini secara menyeluruh tidak terlepas dari budaya Nusantara atau budaya Indonesia, di mana seperti kita ketahui di kawasan Indonesia/Nusantara ini ada  banyak sekali budaya daerah sesuai dengan banyaknya sukubangsa yang terdapat di dalamnya. Untuk sedikit mengenal tentang hal ini (selain tentang Sunda) selanjutnya dapat pada tentang etnik-etnik yang ada di Indonesia, di antaranya dapat anda simak sebagian kecilnya pada WidyaNusantara,blogsdpot,com.

———————————————

CATATAN BEBERAPA SITUS YANG BERKAITAN DENGAN BUDAYA SUNDA

1.

http://kalakayjasinga.blogspot.com

2.

http://erwin77.blogspot.com

—————————————————————————————————————————

 

clip_image002_thumb12

Senin, 01 Februari 2010

SUNDA, Sebagai suatu kawasan etno-geografis

—————————————————————————————————————————

clip_image0025_thumb6SEBAGAI suatu wilayah etno-geografis yang disebut SUNDA itu adalah wilayah geografis kesukubangsaan (etnologis) di mana orang Sunda berada dan berasal secara turun-termurun dari dulu hingga kini. Dalam sebutan lokal lingkungan wilayah tempat asal dan tempat beradanya orang Sunda ini biasa disebut sebagai Tanah Sunda, Tatar Sunda atau Pasundan (yang secara harfiah dapat diartikan sebagai Sundaland). — Walaupun tidak mencakup seluruhnya (selain pada zaman dahulu) nama ini secara akrab setidaknya sekarang masih digunakan di Jawa Barat (West Java) sebagai tempat utama orang Sunda (dengan ini maka Kita mendapat suatu gambaran dasar bahwa Jawa Barat identik dengan pusat utama dari Sunda secara etno-geografis). Suatu catatan tambahan : Di dalam bahasa Sunda Hal yang berkaitan dengan Sunda secara umum biasa disebut sebagai Kasundaan (= Kesundaan, Inds). Sementara sifat keadaan sesuatu yang cenderung bernuansa Sunda atau berkarakter Sunda sebagaimana layaknya disebut sebagai Nyunda
      Dilihat dari segi wilayahnya, berdasarkan atas di mana orang Sunda itu berada secara turun-temurun sebagai penduduk aslinya atau sebagai pribuminya, wilayah etno-geografis Sunda itu secara luas meliputi wilayah : Jawa Barat, Banten, Jakarta dan  Sebagian Jawa Tengah bagian barat.
Membentang dari Ujungkulon di sebelah barat (yang termasuk Provinsi Banten) hingga Brebes, Cilacap dan sekitarnya di Jawa Tengah bagian barat. Dulu bahkan wilayahnya lebih luas lagi selain hingga Brebes dengan batas alam Kali Pemali (Cipamali) juga pernah sampai Purwalingga (Purbalingga) dengan batas alam Kali Serayu (Cisarayu); mencakup sebagian besar wilayah Jawa Tengah bagian barat di mana saat ini biasa digunakan bahasa Jawa berdialek vokal A (termasuk di dalamnya Purblingga, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cilacap, Kebumen, Banyumas, Purwokerto, Brebes dan sebagainya. Pada  zaman dahulu wilayah Sunda itu malah diperkirakan hingga pegunungan Dieng di mana Kali serayu/Cisarayu berhulu).  
      Wilayah Sunda di lingkungan Jawa Barat dulu biasa disebut sebagai Parahiyangan atau Parahiangan (Sunda Parahiyangan), sementara bagian kawasan Sunda Parahiyangan di wilayah Jawa Tengah bagian barat (yang kini berbahasa Jawa dengan dialek vokal  A tersebut) pada masa silam biasa disebut sebagai kawasan Parahiyangan Blang Wetan (= Parahiangan Kawasan Timur), di mana daerah perbatasannya (antar Jawa dan Sunda dengan bahasa yang telah berbaur berupa Sunda-Kajawan = Sunda Jawareh) biasa disebut sebagai Jawa Pawatan

KAWASAN ETNO-GEOGRAFIS SUNDA BERDASARKAN ATAS LOKASI PROVINSINYA
      
Berdasarkan atas keberadaanya yang tersebar pada beberapa provinsi yang berlainan, maka pada garis besarnya wilayah etnogeografis Sunda ini dapat dibagi menjadi 4 kawasan, yakni : Sunda Jawa Barat, Sunda Banten, Sunda Jakarta dan Sunda Jawa Tengah.

1.

Sunda Jawa Barat atau dapat juga disebut sebagai Sunda Parahiangan,  wilayah orang dan budaya Sunda yang terdapat di sebagian besar kawasan Provinsi Jawa Barat yang dahulu disebut juga sebagai Parahiangan (sebagian besar berbahasa Sunda kecuali di sebagian wilayah Cirebon dan Indramayu yang berbahasa Jawa Cirebon dan Jawa Indramayu yang menggunakan bahasa Jawa berdialek vokal A; serta  di sebagian wilayah Depok dan Bekasi yang berbahasa Melayu Betawi yang berdialek vokal É).

2.

Sunda Banten, wilayah, orang dan budaya Sunda yang terdapat di sebagian besar kawasan Provinsi Banten (mayoritas berbahasa Sunda, kecuali di sebagian wilayah Serang bagian utara di mana di sini selain terdapat bahasa Sunda-Banten juga terdapat bahasa Jawa-Banten yang berdialek vokal Eu).  Sebagai suatu sub-bahasa di kawasan selatan wilayah ini yaitu di Baduy terdapat bahasa Sunda Baduy.

3.

Sunda Jakarta atau Sunda Sundakalapa, wilayah, orang dan budaya Sunda yang terdapat di sebagian kecil pinggiran kawasan Provinsi DKI Jakarta masa kini dan sebagian besar Sunda Kalapa tempo dulu, di mana secara rekontruktif historis di sini dulu pernah ada orang dan bahasa Sunda Kalapa yang lalu punah pada kemudian hari digantikan oleh orang dan bahasa Melayu Betawi yang berdialek É. Bahasa bukan Sunda ini terdapat pula di sebagian kawasan Depok dan Bekasi Jawa Barat.

4.

Sunda Jawa Tengah atau Sunda Parahiangan blang wetan, adalah wilayah, orang dan budaya Sunda yang terdapat di sebagian kawasan Provinsi Jawa Tengah bagian Barat (terutama di kawasan Brebes, Cilacap dan sekitarnya yang hingga kini masih eksis).  Keberadaan Sunda di kawasan ini merupakan sisa-sisa masa lalu di mana wilayah ini secara historis dulu pernah menjadi bagian dari kerajaan-kerajaan di Jawa Barat dan sekitarnya/Sunda. Nama tempat, serta budaya seperti bahasa, kesenian dan adat-kebiasaan Sunda hingga kini masih ada di sebagian tempat tertentu (seperti nama tempat berbau Sunda yang menggunakan awalan Ci, misal Cimangggu, Cipanas, dsbnya), bertebaran secara luas di sana-sini. Dalam sebutan jaman dahulu wilayah ini biasa disebut sebagai Parahiangan blang wetan. Kadang juga bagian perbatasannya disebut sebagai Jawa Pawatan.

—————————————————————————————————————————

 

clip_image002

Kamis, 07 Januari 2010

SUNDA, Sebagai salahsatu sukubangsa di Indonesia

————————————————————————————

clip_image0023_thumb7DARI beratus-ratus sukubangsa yang terdapat di Indonesia sukubangsa Sunda  (Sundanese) tercatat sebagai sukubangsa terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa (Javanese). — Apakah dan siapakah sebenarnya yang disebut sebagai sukubangsa SUNDA tersebut ?    
      
Dalam pengertian ringkas dan sederhana, yang disebut sebagai Sukubangsa Sunda, atau biasa disebut juga Orang Sunda itu adalah : Kelompok sukubangsa di Indonesia, tepatnya yang berasal dari kawasan pulau Jawa sebelah barat (meliputi Jawa Barat, Banten, Jakarta dan sebagian Jawa Tengah bagian barat), yang dalam kesehariannya berbudaya dan berbahasa Sunda secara turun-temurun. — Dalam hal ini Orang Sunda sendiri (dalam bahasa Sunda) biasa menyebut kelompok dirinya secara etnis sebagai Urang Sunda (= Orang Sunda). 
     
Secara etno-antropologis sukubangsa Sunda termasuk ke dalam rumpun bangsa Austronesia, dari tipe Melayu muda (Deutero-Melayu). Menurut catatan beberapa tahun yang lalu (tahun 2000) jumlah sukubangsa Sunda itu tercatat sekitar 30-an juta jiwa lebih, namun kini kemungkinan besar makin bertambah banyak.

     
Wilayah utama orang Sunda masa kini terutama (mayoritas) di kawasan provinsi Jawa Barat dan Banten, dengan berbagai kekhasannya masing-masing yang cukup beragam. Yang lainnya (di  Jakarta dan sebagian Jawa tengah bagian barat boleh dibilang sebagai minoritas yang tersebar secara tidak merata). — Di luar itu bila dikaitkan dengan adanya program transmigrasi (yang biasanya di tempat/kantong-kantong transmigrasi tersebut mereka masih tetap berbahasa dan berbudaya Sunda antar sesamanya) ada juga yang hidup di kawasan transmigrasi di luar pulau (seperti di Sumatra, terutama di Lampung, dan wilayah Indonesia lainnya di luar Pulau Jawa).     
     
Berdasarkan atas wilayah utama yang ditempatinya, sukubangsa Sunda pada dasarnya terbagi dalam beberapa bagian, yakni : Sunda Jawa Barat (meliputi Sunda Cirebon, Sunda Priangan, Sunda Bogor, dan sebagainya, yang seluruhnya dapat disebut sebagai Sunda Parahiangan), Sunda-Banten (yang meliputi Sunda-Baduy), Sunda Jakarta atau Sunda Sundakalapa, dan juga Sunda Jawa Tengah.
     
      
SEBAGAI SUATU CATATAN : Dengan berbagai sebab tertentu penduduk Jawa Barat dan Banten pada kenyataannya tidak seluruhnya berbahasa Sunda (atau tidak sepenuhnya terdiri dari orang Sunda semata); misalnya di sebagian wilayah Cirebon (Jawa Barat), selain terdapat Sunda Cirebon juga terdapat Jawa Cirebon (Jawa asli yang berasal dari Jateng dan Jatim, atau mungkin Sunda asli dan campuran Sunda dengan Jawa namun berbahasa dialek Jawa Cirebon, yang dalam istilah Sunda biasa dikenal sebagai Jawaréh atau Sunda-Jawaréh, singkatan dari  Jawa-sawaréh (= Jawa sebagian); atau Jawa-sawaréh Sunda sawaréh (= Jawa sebagian Sunda sebagian), dengan dialek bahasa Jawa bervokal A. Lalu di luar itu (sebagai bandingan) di sebagian wilayah Serang (Banten) pun selain terdapat Sunda Banten (secara mayoritas) juga terdapat Jawa Banten (secara minoritas, yang biasa disebut sebagai Jawa-réang, dengan dialek bahasa Jawa bervokal Eu). Sebaliknya di Jawa Tengah bagian barat (seperti di kawasan Brebes, Cilacap dan sekitarnya) sebagai peninggalan sejarah masa lalu terdapat Sunda Jawa Tengah bagian barat(sebagai minoritas) di samping tentu saja ada Jawa Jawa Tengah bagian barat (sebagai mayoritas pada masa kini yang secara umum berbahasa dialek Jawa bervokal A  disamping bervokal O yang datang dari Jawa Tengah bagian timur).
 
     
Sementara di Jakarta secara rekonstruktif historis (dengan sebutan Sunda Jakarta yang dulu disebut Sunda Kalapa) budaya dan bahasa Sunda itu secara mendasar hanya termasuk pernah ada (mungkin dalam bentuk seperti bahasa Sunda di kawasan Bogor dan Bekasi), namun kini boleh dikatakan telah punah/menghilang digantikan oleh budaya dan bahasa dialek Melayu Betawi yang datang belakangan)* walaupun di kawasan bagian Timur yang berbatasan dengan Bogor Jawa Barat serta di bagian barat dan selatan yang berbatasan dengan Tanggerang Banten (sebagai masyarakat pinggiran) mungkin saja masih terdapat segelintir orang yang tetap menggunakan bahasa Sunda antar sesamanya dalam kehidupan sehari-harinya.
Melayu Betawi sebagai bahasa bukan Sunda (yang biasa digunakan di Jakarta)  di kawasan Jawa Barat biasa digunakan pula di sebagian wilayah Depok dan Bekasi yang berbatasan langsung dengan Jakarta.
     
Dari kaitan latar belakang seperti diuraikan di atas, maka manakala Kita berbicara tentang Sunda secara luas dan mendasar (selain membicarakan Jawa Barat sebagai bagian utamanya) sudah barang tentu dan selayaknya kita pun harus membicarakan pula tentang Banten, Jakarta dan sebagian Jawa Tengah bagian barat yang di dalamnya secara historis dan rekonstruktif terdapat unsur Sunda, yang secara mendasar tak dapat dipisahkan dengan begitu saja (karena secara etno-geografis itu tadi di situlah orang Sunda selama ini berada dari dulu hingga kini).
  
      
Dulu pada zaman Pra-NKRI (sebelum menyatu dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, terutama pada zaman negara kerajaan lokal di Nusantara) Sunda itu disebut sebagai bangsa; dalam hal ini pada bahasa istilah atau sebutan tempo dulu tak jarang disebut sebagai Bangsa Sunda, di samping ada Bangsa Jawa, Bangsa Melayu, Bangsa Batak, Bangsa Minang, Bangsa Bugis dan Makasar, Bangsa Papua, dan sebagainya.
 — Kadang dalam kehidupan sehari-hari ada sebutan Bangsa Urang (= Bangsa Kita), sebutan ini secara kontekstual kini tertuju kepada 2 hal : (1) Bila sedang berbicara tentang Sunda sendiri hal ini tertuju kepada “Kita” sebagai Orang Sunda atau Sukubangsa Sunda, namun (2) Bila sedang berbicara tentang Indonesia hal ini tertuju kepada “Kita” sebagai Orang Indonesia atau Bangsa Indonesia,

-----------------------------------------------

CATATAN KAKI :
)* Tentang “Orang dan bahasa Sunda Kalapa” Muhadjir (dalam buku karyanya Bahasa Betawi; Yayasan Obor Indonesia; Jakarta: 2000; hal 38), menyatakan bahwa : Sebagai bagian dari kerajaan Sunda tentunya bahasa yang dipakai di Kalapa ini adalah bahasa Sunda. Sedangkan masyarakat Betawi yang dikenal sekarang baru terbentuk pada masa abad ke-19, yaitu dengan berdasarkan pada gejala bahwa pada abad tersebut suku-suku pendatang — sebagai cikal bakal ‘suku’ Betawi—mulai luntur identitas suku asalnya dan kemudian menjadi identitas campuran dari berbagai suku pendatang, yang pada masa selanjutnya disebut ‘suku’ Betawi (Heuken, 1997:311).
 

————————————————————————————

 

clip_image002